Sabtu, Juni 22, 2024

Buka Rakernas LP Ma’arif, Waketum PBNU Tekankan Pendidikan Sesuai Zaman dan Berbasis Hati

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Nizar Ali membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PBNU di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur pada Sabtu (27/8/2022).

Dalam sambutannya, Nizar menyampaikan bahwa dunia pendidikan menghadapi era revolusi industri dan disrupsi yang sangat memengaruhi seluruh bidang pendidikan. Guru dan murid diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman. Karenanya, ia melihat ada tiga tantangan besar pendidikan di zaman sekarang.
Pertama, kurikulum. Nizar menyebut bahwa hal tersebut merupakan pegangan bekal belajar mengajar. Selama ini Indonesia mempunyai tradisi mengganti kurikulum setiap kali berganti kabinet.

Saat ini, pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. “Kita rasakan diharapkan mampu mengubah kehidupan pendidikan,” ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Kurikulum, menurut dia, perlu beradaptasi dengan bertahap dan mengikuti perkembangan zaman. Kurikulum yang diterapkan perlu membentuk siswa yang antisipatif, kritis, dana analitis dalam memecahkan masalah.

“Kurikulum juga perlu membentuk siswa inovatif, berkarakter, dan adaptif. Itu membekali anak menghadapi zaman,” tutur Prof Nizar.

Kedua, lanjut Nizar, adalah pembelajaran. Materi pelajaran yang mudah diajarkan guru mudah akan mudah diganti teknologi. Jika hanya mengajar nulis di buku tidak ada bedanya dengan internet.

“Pengajaran diatur pemerintah pusat. Pengajaran seolah manual. Padahal penuh kreativitas, inovasi, dan perubahan,” terang pria kelahiran Jepara, Jawa Tengah ini.

Oleh karena itu, Prof Nizar menekankan harus ada perubahan paradigma mengajar guna memperkuat kompetensi murid dan guru dan berbasis sentuhan kepada hati. Siswa diharapkan lebih banyak belajar sendiri dan lebih aktif dibanding guru. Buku memegang peran penting untuk menunjang analitis antisipatif.

“Buku mendorong anak mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Mampu memecahkan persoalan. Buku kita hanya sekadar informasi. Kebanyakan buku masih tradisional,” imbuh Sekjen Kemenag itu.

Tantangan ketiga adalah asesmen. Pemerintah, menurut dia, terus berusaha memperbaiki asesmen guna mengetahui keberhasilan sistem belajar.

Pembukaan Rakernas ini dihadiri oleh Ketua PBNU KH Fakhrurrozi, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Ketua LP Ma’arif PBNU Prof Muhammad Ali Ramdhani, Rektor Unisma Prof Maskuri Bakri, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof Zainuddin, dan Rektor UIN Raden Fatah Prof Nyayu Khodijah.

SUMBER : LINK

Related Articles

Jelang Kegiatan Napak Tilas, Sakoma Gelar Doa Bersama

Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif (Sakoma) Trenggalek bekerja sama dengan LP Ma'arif Trenggalek akan menghelat jelajah Napak Tilas rute gerilya Jenderal Sudirman, besok Minggu (19/5)....

Ramadan: Tubuh Dilatih saat Kita Berpuasa

Pada bulan suci Ramadan, tiap tahunnya, para muslim di berbagai belahan bumi menuaikan puasa dari terbit matahari hingga terbenamnya selama satu bulan penuh. Di...

e-GSM, Inovasi Digital untuk Pendidikan Si Buah Hati

Smartphone atau sering disebut gawai adalah perangkat yang sudah melekat dalam kehidupan manusia saat ini. Hal ini dimaklumi karena berbagai informasi dapat kita akses...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,915FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Jelang Kegiatan Napak Tilas, Sakoma Gelar Doa Bersama

Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif (Sakoma) Trenggalek bekerja sama dengan LP Ma'arif Trenggalek akan menghelat jelajah Napak Tilas rute gerilya Jenderal Sudirman, besok Minggu (19/5)....

Ramadan: Tubuh Dilatih saat Kita Berpuasa

Pada bulan suci Ramadan, tiap tahunnya, para muslim di berbagai belahan bumi menuaikan puasa dari terbit matahari hingga terbenamnya selama satu bulan penuh. Di...

e-GSM, Inovasi Digital untuk Pendidikan Si Buah Hati

Smartphone atau sering disebut gawai adalah perangkat yang sudah melekat dalam kehidupan manusia saat ini. Hal ini dimaklumi karena berbagai informasi dapat kita akses...

Mantapkan Ke-NU-an Anak Didik, LP Maarif Gelar Jelajah Situs Sejarah Santri

Dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2023, LP Maarif NU Trenggalek mengadakan Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek (LJS3T). Acara ini diikuti oleh ratusan...

Empat Ribu Anak Ikuti Senam-Lomba Tari Ma’arif NU Trenggalek Mengkader Sejak Dini

Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2023 masih berlangsung, Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama Trenggalek menggelar senam masal dan lomba tari yang diikuti anak...