LP Ma’arif NU Trenggalek memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas kepemimpinan madrasah melalui keikutsertaan kepala madrasah Ma’arif NU dalam Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PW LP Ma’arif NU Jawa Timur bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan Surabaya pada 21–25 Februari 2026 di Kantor PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Surabaya.
Pelatihan tersebut diikuti oleh kepala madrasah lintas jenjang dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk sembilan kepala madrasah dari lingkungan LP Ma’arif NU Trenggalek. Keikutsertaan para peserta dari Trenggalek telah memperoleh rekomendasi dan dispensasi resmi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, sebagaimana tertuang dalam surat tertanggal 19 Februari 2026.
Ketua LP Ma’arif NU Trenggalek menegaskan bahwa partisipasi kepala madrasah dalam pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar strategis lembaga dalam meningkatkan mutu tata kelola dan kepemimpinan pendidikan Ma’arif. Kepala madrasah dipandang memiliki peran sentral sebagai penggerak transformasi mutu pendidikan di satuan masing-masing.
Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah 2026 dirancang untuk memperkuat kemampuan kepala madrasah secara manajerial, kepemimpinan pembelajaran, ideologis ke-NU-an, serta adaptasi terhadap transformasi digital dan kebijakan pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan jejaring dan penyamaan persepsi antar pimpinan madrasah Ma’arif NU se-Jawa Timur.
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua Bidang Diklat dan Penjaminan Mutu PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Prof Dr Hj Evi Fatimatur Rusydiyah MAg, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen LP Ma’arif NU Jawa Timur dalam membangun kepemimpinan madrasah yang sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, kepala madrasah tidak hanya berfungsi sebagai administrator, tetapi juga pemimpin perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Hal senada disampaikan Kepala BDK Surabaya, Dr H Muchammad Toha MSi, yang menekankan pentingnya peran kepala madrasah sebagai instructional leader. Ia menyebut bahwa penguatan kompetensi kepala madrasah menjadi kunci keberhasilan reformasi pendidikan keagamaan, terutama dalam membangun budaya mutu dan inovasi pembelajaran.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Prof H Masdar Hilmy SAg MA PhD. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kepala madrasah Ma’arif NU harus mampu tampil sebagai pemimpin perubahan yang adaptif, inovatif, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan materi strategis, antara lain model kompetensi kepala madrasah, penguatan kurikulum Aswaja, pendekatan deep learning, pengelolaan ekosistem belajar, literasi digital, transformasi teknologi, hingga strategi penguatan jejaring dan rebranding madrasah. Pelatihan ditutup dengan post-test dan rencana tindak lanjut (RTL) sebagai komitmen implementasi hasil pelatihan di satuan pendidikan masing-masing.
LP Ma’arif NU Trenggalek berharap pelatihan ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kepemimpinan dan pengelolaan madrasah di daerah. Kepala madrasah yang mengikuti pelatihan diharapkan mampu mengimplementasikan hasil diklat secara konkret sehingga madrasah Ma’arif NU di Trenggalek semakin unggul, adaptif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan jati diri ke-NU-an.(*)





