Sabtu, Juni 22, 2024

Menanamkan Pendidikan Aswaja pada Anak Sejak Dini

Nilai-nilai pendidikan yang selaras dengan Aswaja An-Nahdliyah hendaknya ditanamkan kepada anak sejak dini mungkin. Hal ini dikarenakan, pendidikan yang mereka peroleh sejak kecil akan memberikan bekas yang lebih kuat dalam jiwa dari pada pendidikan yang diperoleh saat dewasa.

Konsep pendidikan yang demikian, sudah jamak dipahami dan diamalkan oleh warga Nahdliyyin di Indonesia sejak dulu, khususnya di kalangan pesantren. Dalam implementasinya, kurikulum pendidikan madrasah diniyah di tingkat awal atau ibtidak pasti tidak jauh dari muatan pengenalan tauhid, adab dan budi-pekerti, shirah nabi, serta amaliyah keseharian.

Hal tersebut sesuai dengan warisan salaf, bahwa ajaran mendasar yang perlu ditanamkan pertama kepada seorang anak adalah aqidah yang benar. Berangkat dari aqidah dan tauhid yang benar, kemudian dibarengi dengan pendidikan akhlaqul karimah.

Dalam Al Quran, kita bisa melihat bagaimana seorang Luqman Al Hakim berkata kepada anaknya untuk tidak menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberikan pelajaran kepadanya. Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”(QS. Luqman [31]: 13).

Demikian juga yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Beliau berwasiat kepada anak-anaknya untuk senantiasa teguh dalam beraqidah. “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.”(QS. Al Baqarah : 132)

Selanjutnya, dari sini, kita juga dapat memahami, tugas mendidik anak adalah kewajiban dari setiap orang tua. Bagaimana bila orang tua tidak mampu mendidik akidah dan hal-hal penting lainnya ? Maka orang tua wajib memasrahkannya kepada guru atau ulama. Diriwayatkan dari Ayyub bin Musa, dari bapaknya, dari kakeknya, Rasulullah saw bersabda, “Tiada pemberian orang tua terhadap anaknya yang lebih baik dari adab yang baik.” (HR At-Tirmidzi).

Maka, apa yang telah menjadi adat kebiasaan umat Islam Indonesia sejak dulu dalam mendidik anak seperti mengirimkan anak-anak ke madrasah sejak dini, sorogan Al Quran sejak kecil, mendekatkan mereka kepada alim ulama serta kyai, membiasakan mereka untuk berjamaah dan bermajlis seperti dalam acara barzanji, diba’an, semaan atau takhtiman, semuanya merupakan ‘kurikulum’ yang baik dan perlu dipertahankan. Apalagi di masa sekarang, di mana tantangan dalam menjaga nilai akhlak dan agama menjadi hal yang semakin mahal, sudah sepatutnya kita berkewajiban untuk menjaga sanad adat kebiasaan tersebut dengan kuat, serta ‘nguri-nguri’ peninggalan ajaran para masyayikh dan kyai.

Oleh : Labib Fayumi

Related Articles

Jelang Kegiatan Napak Tilas, Sakoma Gelar Doa Bersama

Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif (Sakoma) Trenggalek bekerja sama dengan LP Ma'arif Trenggalek akan menghelat jelajah Napak Tilas rute gerilya Jenderal Sudirman, besok Minggu (19/5)....

Ramadan: Tubuh Dilatih saat Kita Berpuasa

Pada bulan suci Ramadan, tiap tahunnya, para muslim di berbagai belahan bumi menuaikan puasa dari terbit matahari hingga terbenamnya selama satu bulan penuh. Di...

e-GSM, Inovasi Digital untuk Pendidikan Si Buah Hati

Smartphone atau sering disebut gawai adalah perangkat yang sudah melekat dalam kehidupan manusia saat ini. Hal ini dimaklumi karena berbagai informasi dapat kita akses...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,915FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Jelang Kegiatan Napak Tilas, Sakoma Gelar Doa Bersama

Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif (Sakoma) Trenggalek bekerja sama dengan LP Ma'arif Trenggalek akan menghelat jelajah Napak Tilas rute gerilya Jenderal Sudirman, besok Minggu (19/5)....

Ramadan: Tubuh Dilatih saat Kita Berpuasa

Pada bulan suci Ramadan, tiap tahunnya, para muslim di berbagai belahan bumi menuaikan puasa dari terbit matahari hingga terbenamnya selama satu bulan penuh. Di...

e-GSM, Inovasi Digital untuk Pendidikan Si Buah Hati

Smartphone atau sering disebut gawai adalah perangkat yang sudah melekat dalam kehidupan manusia saat ini. Hal ini dimaklumi karena berbagai informasi dapat kita akses...

Mantapkan Ke-NU-an Anak Didik, LP Maarif Gelar Jelajah Situs Sejarah Santri

Dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2023, LP Maarif NU Trenggalek mengadakan Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek (LJS3T). Acara ini diikuti oleh ratusan...

Empat Ribu Anak Ikuti Senam-Lomba Tari Ma’arif NU Trenggalek Mengkader Sejak Dini

Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2023 masih berlangsung, Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama Trenggalek menggelar senam masal dan lomba tari yang diikuti anak...