Rabu, Oktober 21, 2026

Literasi Anak Usia Dini di Era Revolusi Industri 4.0

Sepanjang rentang peradaban zaman yang berubah dan semakin maju, saat ini kita berada pada zona Revolusi Industri 4.0. Istilah ini masih belum di ketahui banyak orang. Bagi pendidik dan peserta didik disiapkan untuk menciptakan ide kreatif dan dengan menggunakan kemampuan teknologi. Pendidikan 4.0 adalah suatu program yang di rancang untuk mewujudkan pendidikan yang cerdas dan kreatif. Pendidikan 4.0 menghasilkan empat aspek yang sangat di butuhkan di era milenial ini yaitu kolaboratif, komunikatif, berfikir kritis dan kreatif.

Bicara mengenai zona Revoluasi Industri 4.0, di sini ada sistem literasi yang bagus untuk anak usia dini. Sebelumnya saya akan menjelaskan terkait literasi. Literasi adalah pendidikan yang mengajarkan kepada anak usia dini untuk membaca, menulis, berpikiran kritis terhadap lingkungannya. Peran literasi sangat berpengaruh bagi perkembangan anak usia dini. Maka dari itu anak harus di dorong atau istilahnya di berikan stimulus, sehingga kemampuan literasi anak dapat meningkat. Mereka harus di dorong agar berpikir kritis terhadap lingkungannya sehingga tidak tertinggal dengan perkembangan zaman.

Menurut Joyce, Weil & Chalhoun (2004) mengemukakan anak belajar literasi secara imiah. Dengan demikian periode literasi anak mulai dari lahir sampai dengan usia enam tahun. Pada periode tersebut anak memperoleh literasi tidak melalui pengajaran, tetapi melalui perilaku yang sederhana dengan mengamati dan berpartisipasi pada aktivitas yang berkaitan dengan literasi.

Pada era zona Revoluasi Industri 4.0, terjadi pemerosotan pada kemampuan literasi anak usia dini. Seperti literasi di era digital, kurangnya pendampingan dan arahan orang tua untuk mengawasi anak saat menjelajahi dunia Internet. Saat anak di bebaskan menjelajahi dunia Internet tanpa adanya dampingan dan arahan, maka dikahawatirkan anak akan terperosot dalam pikiran atau perilaku yang negatif.

Secara tidak sengaja orang tua telah membiarkan sistem kerja otak anak rusak, yang padahal otak anak itu dapat berkembang dengan bagus ketika memperoleh ilmu pengetahuan yang positif, akibatnya moral tidak terbentuk dengan baik, emosional anak yang tidak terkenadali dan timbulnya halusinasi negatif yang akan tumbuh dalam pikiranya yang tidak kita ketahui.

Orangtua harus meluangkan waktu untuk mengawasi dan megarahkan anak untuk memberikan pengertian tentang hal yang baik maupun yang tidak baik. Orang tua harus lebih peduli terhadap kehidupan anaknya, memperhatikan perkembangannya, apa yang sedang dia lakukan dan apa yang sedang dimainkan.

Pentingnya penanaman literasi pada anak sejak dini, supaya kekhawatiran anak terperosot dalam pikiran dan perilaku negatif terhadap dunia Internet, yaitu dengan cara peran orang tua meluangkan waktu untuk mengawasi dan memberikan pendidikan yang benar sehingga karakter anak terbentuk dengan baik.

*Penulis merupakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan

Sumber : https://opini.harianjogja.com

Related Articles

Meriahkan Hari Santri 2026, LP Ma’arif NU Trenggalek Gelar HSN FEST

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Trenggalek menggelar Semarak Festival Santri Ma’arif NU Trenggalek ke-6 bertajuk HSN FEST TRENGGALEK ’26....

Menutup Masa Khidmat, LP Ma’arif NU Trenggalek Paparkan Evaluasi Program 2021–2026

Menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan periode 2021–2026, LP Ma’arif NU Trenggalek menyampaikan pra-Laporan Pertanggungjawaban (Pra-LPJ) dalam Rapat Kerja Kepala Sekolah/Madrasah Ma’arif NU ke-6, Sabtu...

Halaqoh Pendidikan Ma’arif NU Dorong Lembaga Pendidikan Adaptif terhadap AI

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Trenggalek turut menghadiri Silaturrahim Nasional dan Halaqoh Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama yang digelar di Azana Style Hotel Jombang, Sabtu (29/8)....

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,915FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Meriahkan Hari Santri 2026, LP Ma’arif NU Trenggalek Gelar HSN FEST

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Trenggalek menggelar Semarak Festival Santri Ma’arif NU Trenggalek ke-6 bertajuk HSN FEST TRENGGALEK ’26....

Menutup Masa Khidmat, LP Ma’arif NU Trenggalek Paparkan Evaluasi Program 2021–2026

Menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan periode 2021–2026, LP Ma’arif NU Trenggalek menyampaikan pra-Laporan Pertanggungjawaban (Pra-LPJ) dalam Rapat Kerja Kepala Sekolah/Madrasah Ma’arif NU ke-6, Sabtu...

Halaqoh Pendidikan Ma’arif NU Dorong Lembaga Pendidikan Adaptif terhadap AI

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Trenggalek turut menghadiri Silaturrahim Nasional dan Halaqoh Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama yang digelar di Azana Style Hotel Jombang, Sabtu (29/8)....

Bersekolah di Ma’arif NU, Pilihan Pendidikan Berkualitas

Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum penting bagi setiap orang tua untuk menentukan pilihan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,...

Sertifikat Diklat Kepala Madrasah Batch 3 Siap Diserahkan

Sertifikat peserta Diklat Kepala Madrasah (Kamad) Batch 3 dari lingkungan LP Ma’arif NU Trenggalek mulai diambil pada Sabtu (6/6) di Kantor PW LP Ma’arif...