Sebagaimana kebiasaan saat Bulan Ramadan, seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Trenggalek mengadakan kegiatan Pondok Ramadan di bulan suci. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, LP Ma’arif NU telah mengeluarkan surat edaran bertajuk Pengembangan Khazanah Giat Pondok Ramadan 1446 H.
Surat edaran tersebut memberikan panduan bagi setiap jenjang pendidikan dalam melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dan memperkaya pemahaman keagamaan peserta didik. Secara mendetail, untuk jenjang pendidikan SPS/TBM/KB/TPA/PAUD/TK/RA, materi yang disampaikan difokuskan pada dasar-dasar Aswaja, sehingga para peserta didik sejak dini memahami nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran.
Sementara itu, untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA, kegiatan inovatif seperti praktik pengenalan kajian kitab klasik dianjurkan. Kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh guru di satuan pendidikan masing-masing atau bekerja sama dengan kiai, pesantren, atau madrasah diniyah setempat. Sebagai referensi, e-book Ar Risalah al-Majmu’u al-Ma’arif dapat digunakan sebagai tahap pengenalan.
Untuk memperkaya khazanah materi Pondok Ramadan, LP Ma’arif NU Trenggalek bekerja sama dengan Majelis Dimar Jagad menyediakan kajian kitab klasik yang dapat diakses oleh siswa melalui platform digital. Kajian tersebut tersedia di kanal YouTube Dimar Jagad, yang dapat diakses melalui tautan yang telah dipublikasikan.
Publikasi Kegiatan dengan Tagar Khusus
LP Ma’arif NU Trenggalek mendorong seluruh satuan pendidikan untuk mempublikasikan rangkaian kegiatan Pondok Ramadan dan Idul Fitri di media sosial. Dengan menggunakan tagar #gerakansekolahmaarif2025, diharapkan kegiatan-kegiatan tersebut dapat tersebar luas dan menginspirasi masyarakat serta menunjukkan eksistensi dan kontribusi positif LP Ma’arif NU dalam dunia pendidikan.
Melalui langkah-langkah tersebut, LP Ma’arif NU Trenggalek berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Aswaja, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses dan pemahaman keagamaan di kalangan peserta didik.(*)





