Sabtu, April 17, 2021

Nahdlatul Ulama Harus Solid, Terdepan dalam Merawat Kebangsaan

LP Ma’arif Nu PBNU dalam merayakan hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke 98 hijriah (16 Rajab 1442 H) bertepatan dengan tanggal 28 Februari 2021, menyelenggarakan Zoominar Jalan Sufi, yang mengambil tema Nilai-nilai Tasawuf sebagai Landasan Kelahiran NU untuk Komitmen Kebangsaan” dengan mengahadirkan Ketua Umum PBNU Prof, DR . KH. Said Aqil Siroj, MA, dan Yang Mulia Duta Besar untuk Afghanistan DR Arief Rachman. MD. Serta Ketua LP Ma’arif NU PBNU KH. Zainal Arifin Junaidi, dilakukan secara Virtual/ Daring Zoom 28/02/21.

Pada kesempatan sambutan Ketua Umum PBNU Kyai Said menyampaikan sejak NU di deklarasikan 98 tahun hijriah (1034 H) bertepatan dengan tahun 1926 M, tinggal dua tahun lagi NU memasuki seratus tahun (satu abad NU) , karenanya Nahdlatul Ulama harus lebih memberikan konstribusi nyata terhatap perkembangan bangsa dan negara dan bahkan harus secara internasional, dapat memberikan konstribusi peradaban di muka bumi ini, imbuhnya.

Lanjut Kyai Said, menguraikan pentingnya NU dalam peradaban manusia maka NU harus semakin solid, bersatu dan tidak boleh ada perpecaan di lingkungan NU baik Banom maupun lembaga harus bersatu tidak boleh pecah dan tidak boleh ada perpecahan, karena NU sebagai perekat bangsa maka tidak boleh ada keretakan agar tetap sebagai pengaman dan pemersatu bangsa, tegasnya.

Kiai Said, kembali menegaskan bahwa perpecahan bisa terjadi karena dua hal ; Pertama adanya kepentingan politik, maka NU jangan melakukan dan di jadikan alat atau kendaraan politik tertentu serta jangan menghianati nilai-nilai yang telah di wariskan oleh para muazzis pendiri NU. Kedua adanya kepentingan ekonomi, terkait hal ini, kalau target pengurus NU hanya untuk kepentingan kekayaan maka yakin pasti akan terjadi perpecahan, karena kekayaan akan menjadi sumber fitnah, silahkan para pengurus NU berbisnis tapi jangan jadikan NU sebagai alat untuk berbisnis dan kepentingan diri sendiri, pungkasnya.

NU dengan usia menjelang satu abad, tentu akan menhadapi berbagai tantangan, ujian yang sangat besar, maka tetap harus solid dan jangan terpengaruh terhadap pandangan- pandanga baik yang posistif menyamjung atau miring pada NU, untuk LP Ma’arif NU harus memiliki sikap yang sabar dan ikhlas serta tetap istiqomah dalam haroqah yang mencerdaskan dan mensejahterakan umat. Di usia 98 tahun NU jelang satu abad seluruh Warga NU wajib menjaga NU, mengawal NU, tingkatkan NU serta menjaga persatuan dan kesatuan maupun solidaritasnya sehingga kita menjadi perekat bangsa dan umat secara nyata, imbuhnya.

Sementara Ketua LP Ma’arif NU, dalam materinya mengulas secara spesifik dan tajam proses kelahiran NU yang banyak melalui peristiwa yang berdimensi nilai-nilai tasawuf. Sebagaimana di pahami bersama sebelum kelahian NU telah berdiri kelompok diskusi Tashwirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran 1914, para kiai pesantren telah mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air pada 1916 sebagai spririt kecitaan terhadap bangsa, dan Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan ekonomi pada 1918. Ketiga kolompok diskusi tersebut digawangi oleh KH Wahab Chasbullah,, tegas kiai Arjuna Panggilan akrab kertua LP Ma’arif NU PBNU.

Lanjut kiai Arjuna, bahwa ketiga wadah cikal bakal kelahiran NU itu merupakan motivasi serta keprihatan para kyai atas kondisi sosial ekonomi bangsa kita dan keterbelakan pendiidkan akibat penjajahan belanda selama 300 tahun. Menurutnya, mewarisi nilai-nilai kelahiran NU tidak ringan karena ketiga wadah sebagai pilar kelahiran NU, tentunya, wadah Tashwirul Afkar adalah upaya mencerdaskan bangsa, kental dengan nilai-nilai taswuf di dalamnya, Alhamdulilah NU masih tegak dan akan tegak selamanya.

LP Ma’arif NU yang lahir 19 september 1929 di semarang 3 tahun setelah kelaahiran NU, hadir untuk mencerdaskan bangsa dengan pendidkan yang baik, sebagaimana hasil Muhtmar Jombang 2015 LP Ma’arif NU diamanahi menangani pendidikan formal dasar dan menegah, harus bekerja keras untuk menjadikan Satuan Pendidikan Ma’arif NU profesional, mandiri dan kompetitif. Serta mengembangkan pendidikan yang membina akhlakul karimah anak didik, guna menyiapkan generasi yang berkomitmen kebangsaan yang tinggi, pungkasnya.

Zoominar Jalan Sufi LP Ma’arif NU PBNU merupakan program rutin yang dilakukan sekali dalam dua minggu, untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi pengurus, guru serta tenaga kependididkan yang ada dalam lingkungan LP Ma’arif NU.

Sumber : maarifnu.org

Related Articles

Nahdlatul Ulama Harus Solid, Terdepan dalam Merawat Kebangsaan

LP Ma’arif Nu PBNU dalam merayakan hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke 98 hijriah (16 Rajab 1442 H) bertepatan dengan tanggal 28 Februari 2021,...

Kepemimpinan Guru dalam Falsafah Jawa

Oleh : Dr. Mohib Asrori, S.Pd.I, MSI Kriteria figur pemimpin yang tangguh dan ideal adalah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Nahdlatul Ulama Harus Solid, Terdepan dalam Merawat Kebangsaan

LP Ma’arif Nu PBNU dalam merayakan hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke 98 hijriah (16 Rajab 1442 H) bertepatan dengan tanggal 28 Februari 2021,...

Kepemimpinan Guru dalam Falsafah Jawa

Oleh : Dr. Mohib Asrori, S.Pd.I, MSI Kriteria figur pemimpin yang tangguh dan ideal adalah...

Muridku, Aku Selalu Bersamamu

Karya : Suci Adiningtiyas, S.Pd Muridku,Aku masih di siniSelalu setia menemanimuBerkreasi demi mencerdaskan anak negeriMuridku,Meski hampir setahun pandemi menghantuiMemporak porandakan sejuta mimpiNamun jangan takut, gurumu...

Sako Ma’arif NU Jadi Model Organisasi Kepramukaan

Satuan Komunitas (Sako) Ma’arif NU jadi organisasi pramuka inovatif. Banyak gagasan-gagasan baru tumbuh dari Sako Ma’arif NU yang diaktualisasikan dalam kegiatan kepramukaan. Baik tingkat...