Menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan periode 2021–2026, LP Ma’arif NU Trenggalek menyampaikan pra-Laporan Pertanggungjawaban (Pra-LPJ) dalam Rapat Kerja Kepala Sekolah/Madrasah Ma’arif NU ke-6, Sabtu (5/9). Kegiatan yang berlangsung di halaman MI Thoriqul Huda Kerjo, Karangan, tersebut menjadi salah satu agenda penting pada penghujung kepengurusan yang secara resmi berakhir pada 11 September 2026.
Pra-LPJ disampaikan langsung oleh Ketua PC LP Ma’arif NU Trenggalek, Dr Mohib Asrori SPdI MSi, di hadapan para kepala sekolah dan madrasah serta pengurus LP Ma’arif NU Trenggalek. Laporan tersebut memuat evaluasi program dan capaian kerja selama periode kepengurusan 2021–2026.
Dalam pemaparannya, sejumlah capaian organisasi menjadi bagian dari evaluasi, mulai dari penguatan organisasi, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan administrasi, pengembangan sarana prasarana, hingga transformasi digital.
Salah satu capaian yang ditampilkan adalah perkembangan jumlah lembaga pendidikan binaan. Hingga 2026, LP Ma’arif NU Trenggalek mencatat 1.158 lembaga pendidikan dalam berbagai jenjang, mulai dari Madin, TPA, PAUD, TK, RA, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA hingga SMK.
Dari sisi sumber daya manusia, data per 31 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 3.541 pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan lembaga pendidikan Ma’arif NU Trenggalek. Pengelolaan data juga terus diperkuat melalui pengembangan berbagai sistem informasi, antara lain ACM, Sipinter LP Ma’arif, Simanu, Data Pokok Ma’arif, serta layanan verifikasi data yayasan.
Selama periode 2021–2026, LP Ma’arif NU Trenggalek juga mencatat 923 kegiatan. Produktivitas kegiatan tersebut tersebar sepanjang masa kepengurusan, dengan jumlah kegiatan masing-masing 128 pada 2021, 137 pada 2022, 184 pada 2023, 84 pada 2024, 222 pada 2025, dan 168 kegiatan hingga 2026.
Selain capaian, laporan tersebut juga memuat sejumlah rekomendasi strategis untuk kepengurusan mendatang. Di antaranya peningkatan kualitas personalia MWC Ma’arif NU, penguatan pembinaan seiring pertumbuhan lembaga, peningkatan sinergi MWC dengan PC LP Ma’arif NU, serta penguatan pemahaman ke-NU-an bagi pendidik.
Rekomendasi lain mencakup screening ke-NU-an bagi 3.541 guru, penguatan sinergi dengan IPNU-IPPNU agar peran OSIS tidak tumpang tindih di sekolah dan madrasah, serta pengembangan transparansi sistem manajemen dan keuangan melalui model aplikasi digital.
Raker ke-6 tersebut mengusung tema “Pendidikan Ma’arif NU: Menjaga Tradisi, Mengawal Inovasi, Menggapai Ridlo Ilahi”. Selain penyampaian laporan, agenda juga dirangkai dengan pengukuhan kepala sekolah/madrasah, penyerahan secara simbolis pra-LPJ, Izin Operasional PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, serta Piagam Register.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Trenggalek, KH Yusuful Hamdani MSi, serta istighotsah dan taushiyah oleh Rois Syuriah PCNU Trenggalek, KH Mastur Ali, dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah LP Ma’arif NU ke-97.
Penyampaian pra-LPJ ini menjadi bentuk pertanggungjawaban sekaligus refleksi atas perjalanan kepengurusan LP Ma’arif NU Trenggalek selama lima tahun. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi keberlanjutan program dan penguatan organisasi pada periode kepengurusan berikutnya.(*/fa)





