Senin, Agustus 31, 2026

Halaqoh Pendidikan Ma’arif NU Dorong Lembaga Pendidikan Adaptif terhadap AI

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Trenggalek turut menghadiri Silaturrahim Nasional dan Halaqoh Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama yang digelar di Azana Style Hotel Jombang, Sabtu (29/8). Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Muktamar ke-35 NU tersebut membahas arah pengembangan pendidikan NU di tengah perubahan teknologi, termasuk percepatan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LP Ma’arif NU Trenggalek Dr Mohib Asrori, Sekretaris H Ahmad Nahrowi MPdI, serta Bendahara Yasin MPdI. Kehadiran jajaran pengurus tersebut menjadi bagian dari ikhtiar LP Ma’arif NU Trenggalek untuk terus mengikuti perkembangan dan gagasan strategis dalam penguatan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Mengusung tema “Pendidikan NU Bermartabat untuk Peradaban; Menjaga Tradisi, Mengawal Inovasi, dan Menebar Berkah”, halaqoh menegaskan pentingnya pendidikan NU tetap berpegang pada nilai dan tradisi, sekaligus terbuka terhadap inovasi dan perkembangan teknologi.

Salah satu pembahasan utama adalah pentingnya lembaga pendidikan Ma’arif NU untuk tidak bersikap resisten terhadap perkembangan AI. Teknologi tersebut dinilai akan semakin menjadi bagian dari kehidupan pendidikan, baik dalam proses pembelajaran, pengelolaan data, maupun tata kelola lembaga.

Dalam forum tersebut, Dr Muhammad Hasan Chabibie ST MSi, Staf Ahli Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mendorong lembaga pendidikan NU untuk mempercepat adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, AI tidak semestinya hanya dipandang sebagai ancaman, tetapi perlu ditempatkan sebagai instrumen yang dapat dimanfaatkan secara tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru dan peserta didik perlu dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi tersebut secara bertanggung jawab dan produktif.

Tidak Sekadar Digitalisasi

Transformasi pendidikan, menurut gagasan yang dibahas dalam halaqoh, tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat atau menggunakan aplikasi digital. Penguatan tata kelola, kualitas sumber daya manusia, kurikulum, jejaring, dan teknologi perlu dilakukan secara bersamaan.

Dalam konteks tersebut, terdapat tiga kesenjangan yang perlu menjadi perhatian, yakni institutional gap, capability gap, dan leadership gap. Kesenjangan kelembagaan berkaitan dengan tata kelola, data, infrastruktur dan kapasitas inovasi. Sementara kesenjangan kapabilitas menyangkut kompetensi guru, tenaga kependidikan dan pengelola lembaga dalam menghadapi perubahan teknologi.

Adapun kesenjangan kepemimpinan berkaitan dengan perlunya mengembangkan peserta didik tidak hanya sebagai lulusan, tetapi sebagai talenta yang dipersiapkan untuk mengambil peran strategis di masa depan.

Data survei Alvara Riset yang disampaikan dalam forum tersebut turut menunjukkan besarnya penerimaan masyarakat terhadap pemanfaatan AI dalam pendidikan. Sebanyak 91 persen masyarakat dan 92,3 persen Gen Z meyakini AI memberikan dampak positif terhadap layanan pendidikan.

Temuan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa perkembangan AI telah memasuki ruang pendidikan dan membutuhkan respons yang tepat dari lembaga pendidikan.

Memperkuat Ekosistem Pendidikan

Halaqoh juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi. Gagasan tersebut antara lain diarahkan melalui One NU Education Ecosystem, One Talent Pipeline, dan One Global Gateway.

Melalui ekosistem tersebut, pesantren, madrasah, sekolah dan perguruan tinggi di lingkungan NU diharapkan dapat saling terhubung dalam pengembangan talenta peserta didik. Potensi, minat dan kompetensi peserta didik dapat dipetakan sejak dini sehingga pengembangannya lebih terarah.

Penguatan basis data pendidikan juga menjadi bagian penting dari transformasi tersebut. Data lembaga, pendidik dan peserta didik yang akurat dan terintegrasi diperlukan agar kebijakan dan program pengembangan pendidikan dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Bagi LP Ma’arif NU Trenggalek, berbagai gagasan yang dibahas dalam forum tersebut menjadi bahan penting untuk terus memperkuat kualitas lembaga pendidikan Ma’arif di daerah. Adaptasi terhadap teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter, nilai keislaman, profesionalisme guru, serta budaya pendidikan yang telah menjadi bagian dari tradisi NU.

Halaqoh tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa AI bukanlah tujuan akhir pendidikan. Teknologi merupakan alat yang harus dikelola secara bijak agar mampu mendukung pembelajaran, meningkatkan kompetensi peserta didik, dan mempersiapkan generasi NU menghadapi tantangan masa depan. Melalui semangat menjaga tradisi sekaligus mengawal inovasi, pendidikan Ma’arif NU diharapkan mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan peradaban bangsa.(*)

Related Articles

Halaqoh Pendidikan Ma’arif NU Dorong Lembaga Pendidikan Adaptif terhadap AI

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Trenggalek turut menghadiri Silaturrahim Nasional dan Halaqoh Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama yang digelar di Azana Style Hotel Jombang, Sabtu (29/8)....

Bersekolah di Ma’arif NU, Pilihan Pendidikan Berkualitas

Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum penting bagi setiap orang tua untuk menentukan pilihan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,...

Sertifikat Diklat Kepala Madrasah Batch 3 Siap Diserahkan

Sertifikat peserta Diklat Kepala Madrasah (Kamad) Batch 3 dari lingkungan LP Ma’arif NU Trenggalek mulai diambil pada Sabtu (6/6) di Kantor PW LP Ma’arif...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,915FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Halaqoh Pendidikan Ma’arif NU Dorong Lembaga Pendidikan Adaptif terhadap AI

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Trenggalek turut menghadiri Silaturrahim Nasional dan Halaqoh Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama yang digelar di Azana Style Hotel Jombang, Sabtu (29/8)....

Bersekolah di Ma’arif NU, Pilihan Pendidikan Berkualitas

Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum penting bagi setiap orang tua untuk menentukan pilihan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,...

Sertifikat Diklat Kepala Madrasah Batch 3 Siap Diserahkan

Sertifikat peserta Diklat Kepala Madrasah (Kamad) Batch 3 dari lingkungan LP Ma’arif NU Trenggalek mulai diambil pada Sabtu (6/6) di Kantor PW LP Ma’arif...

LP Ma’arif NU Trenggalek Serahkan Ijazah Ma’arif PAUD 2025/2026

Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Trenggalek menyerahkan Surat Keterangan Tamat Belajar (SKTB)/Ijazah Ma’arif jenjang TK, RA, PAUD, KB, dan SPS Tahun Ajaran...

Penetapan Ijazah Ma’arif Disahkan, Satuan Pendidikan Mulai Dapat Menerbitkan

LP Ma’arif NU Trenggalek menetapkan ratusan satuan pendidikan jenjang TK, RA, KB, PAUD, dan SPS di Kabupaten Trenggalek sebagai pengguna Surat Keterangan Tamat Belajar/Ijazah...